MU Permalukan Milan

Memenangi pertandingan melawan Manchester United di Old Trafford Kamis (11/3) dini hari, bukan pekerjaan mudah bagi AC Milan, mengingat mereka butuh selisih dua gol guna lolos ke babak perempat final Liga Champions. Apalagi, penyerang andalan Rossoneri, Alexandre Pato, masih dibalut cedera.

Demi mengejar keunggulan gol away, Milan seharusnya meyerang sedari awal laga. Namun ternyata, tidak terlihat peluang emas diciptakan oleh Pirlo cs di babak awal.

Hanya sekali Milan mengancam di babak pertama. Berkat tendangan bebas di menit 8, Pirlo mengumpan pada Ronaldinho, sayang tandukan pemain Brazil tepat mengarah ke pelukan penjaga gawang, van Der Sar.

Pelatih MU, Sir Alex Ferguson, sukses menginstruksikan para pemainnya untuk menahan bola di lapangan tengah, dan menciptakan perangkap offside. Terbukti, Milan kerap kebingungan untuk menyerang. Bila Pirlo cs melakukan umpan-umpan pendek, lapangan tengah MU telah siap menghadang. Sementara, menggunakan direct pass langsung ke jantung pertahanan MU, para pemain Milan kerap terjebak offside, pilihan yang sulit.

Kehancuran Milan dimulai pada menit 13. Ketiadaan sang jenderal pertahanan, Alesandro Nesta, membuat Rooney, yang tanpa kawalan, berhasil menanduk bola umpan crossing Neville, dan tidak dapat ditahan Abbiati, MU unggul 1-0, dan harapan Milan menipis.

Unggul 1-0, Scholes cs mengendurkan serangan. Kubu MU lebih banyak menunggu Milan menyerang, sehingga mereka dapat melancarkan counter attack.

Taktik counter attack MU sukses menelan korban. Alih-alih melancarkan serangan sporadis, dengan memasukkan gelandang Clarence Seedorf di babak kedua guna menggantikan bek Bonera, Abbiati dipaksa memungut bola untuk kedua kalinya.

Berawal dari umpan mendatar Nani dari sayap kiri, Flamini yang berubah posisi menjadi bek, menggantikan peran Bonera, terlambat melakukan jebakan offside. Tanpa kawalan berarti, Rooney yang lolos dari jebakan, sukses melesakkan gol keduanya, saat berhadapan satu lawan satu dengan Abbiati.

Milan kembali harus menelan pil pahit, ketika tendangan Park Ji Sung, dari sudut sempit, gagal diantisipasi Abbiati, 3-0.

Tidak hanya itu, menjelang akhir pertandingan tandukan Fletcher sukses mempermalukan Milan, empat gol tanpa balas.

Meski mengendalikan permainan dengan 60% ball possession, namun Milan belum dapat mengkonversikannya dengan gol. Absennya Pato, jelas membuat lini depan Rossoneri mandul.

Dengan kekalahan 4 gol tanpa balas ini, Milan gagal membalaskan dendam first leg lalu. Secara agregat, Manchester United unggul 7-2. Old Trafford memang masih menjadi neraka bagi tim-tim Italia. [oct]

Laporan: Octa Kusuma Nugraha

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: