Lorenzo “Bermuka Dua”, Rossi selalu Tampil Asli

JAKARTA, Kompas.com – James Toseland punya kenangan dan kesan terhadap Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, saat masih tergabung di tim Yamaha. Pebalap Inggris yang tahun lalu memperkuat tim satelit Yamaha Tech 3 itu mengatakan, Lorenzo bisa “bermuka dua”, sedangkan Rossi selalu tampil dengan apa adanya.

Toseland dan Lorenzo sama-sama masuk MotoGP pada tahun 2008 dan memperkuat Yamaha. Bedanya, Toseland yang waktu itu berstatus juara dunia World Superbike hanya berada di tim satelit, sedangkan Lorenzo yang merupakan juara dunia kelas 250cc langsung menjadi skuad tim pabrik Yamaha, untuk berduet dengan Rossi.

Dalam debut mereka di kelas premier saat balapan di Qatar itu, Toseland bisa memberikan perlawanan yang sengit dengan Lorenzo. Akan tetapi pada musim kedua, prestasi mereka sangat bertolak belakang, karena Lorenzo menjadi runner-up (di belakang Rossi yang jadi juara dunia), sedangkan Toseland terpuruk ke urutan 14. Ini yang membuat Toseland akhirnya terdepak.

Meskipun sudah tak menjadi bagian dari Yamaha MotoGP, Toseland memiliki kisah tentang pertemanan mereka selama di tim tersebut. Pria berusia 29 tahun ini mengatakan, Lorenzo bisa menjadi malaikat ataupun setan, sedangkan Rossi selalu menampilkan kepribadiannya yang asli.

“Di TV, Lorenzo membuat saya jengkel, karena dia terlihat sangat arogan dan sombong. Padahal, sebenarnya dia anak yang menyenangkan,” ungkap Toseland dalam wawancara dengan Isle Of Man Today, Selasa (26/1/10). “Itulah mengapa dia memiliki malaekat/setan di logonya, meskipun saya tidak bisa melihat sisi setan darinya.

“Saya tidak suka kearoganan dan kesombongan dalam diri orang, dan itu terlihat saat dia memakai helm. Tetapi ketika dia melepaskan helmnya, maka terlihat dia adalah seorang pemalu, anak manis dan orang yang menyenangkan.”

Sedangkan tentang Rossi yang sudah merengkuh tujuh gelar di kelas premier, Toseland mengatakan bahwa sang superstar asal Italia itu selalu tampil asli.

“Rossi orang yang aneh dan menggelikan, memiliki karakter lucu, seperti yang terlihat di TV–itu bukanlah sebuah akting,” ungkap Toseland.

“Jujur, dia selalu melakukan show untuk kamera, tetapi pada akhirnya, sepanjang hari kami semua adalah showmen dan saya pikir, MotoGP benar-benar mendapat keuntungan dari orang dengan karakter seperti Valentino. Hal yang bagus adalah ketika di luar trek, dia tidak berubah dan tetap menyenangkan, asli.

“Rekornya sudah berbicara tentang dirinya, seorang juara dunia sembilan kali (di semua kelas selama kariernya di balap motor). Dia adalah salah satu pebalap terbaik sepanjang masa,” ungkap Toseland, yang musim ini kembali bertarung di World Superbike dan mengicar gelar ketiga di ajang ini. Tempatnya di Tech 3 diganti Ben Spies, yang akan berpasangan dengan Colin Edwards.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: